Perjalanan Wisata ke Pulau Berhala Jambi

Pada tanggal 6 s.d. 7 Desember 2014 yang lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Pulau Berhala bersama teman-teman kantor. Pulau Berhala merupakan salah satu pulau terluar tempat makam raja Jambi Datuk Paduka Berhala yang saat ini menjadi bagian dari Provinsi Kepulauan Riau.

Berangkat pukul 07.00 melalui jalur darat dari Kota Jambi kami menuju Nipah Panjang sejauh 150km dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Kondisi jalan yang rusak selepas Kota Jambi dan banyaknya jembatan semi permanen di Tanjung Jabung Timur sedikit menghambat perjalanan kami. Di Nipah Panjang, mobil yang kami gunakan dititipkan di kantor Polsek. Perjalanan ke Pulau Berhala dilanjutkan menggunakan speed boat dari Sungai Batanghari dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit. Tarif speed boat yang dikenakan untuk perjalanan pulang pergi adalah Rp 220.000 per orangnya. Baca lebih lanjut

Gambar | Posted on by | Tag | 1 Komentar

Mr. Mohatsing, Band Barunya Nugie

Setelah sekian lama berkutat dan akhirnya, Mr. Mohatsing bisa punya album…” Begitulah prakata yang tertulis di dalam Cover CD album Mr. Mohatsing. Suatu ekspresi yang sangat melegakan dari para personelnya yang notabene sudah lama terjun di blantika musik Indonesia

Mr. Mohatsing, band baru tapi dengan personel lawas. Grup band ini beranggotakan Nugie (Mr. N), Leo (Mr. L), Rama (Mr. R) dan Hendy (Mr. H).

Nugie dikenal sebagai salah satu penyanyi solo terbaik di akhir 90-an, melalui album triloginya Bumi-Air-Udara. Bersama ALV yang sebenarnya juga menjadi bagian album trilogi, Nugie menghasilkan 2 album yaitu ALV dan Senyawa Hati yang kini sudah membubarkan diri. Pada tahun 2004, Nugie mengeluarkan album Bahagia sebagai bagian dari trilogi jilid 2. Namun sayangnya kelanjutan konsep trilogi ini terhambat produksinya. Tak mau terpuruk dari peluncuran album solonya yang tertunda bertahun-tahun, Nugie tetap berkreatifitas bersama Pongki, Baim dan Aryo melalui The Dance Company. Di The Dance Company, Nugie berperan sebagai penggebuk drum dan telah menghasilkan 2 album yaitu The Dance Company dan TDC for Kids. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Musik | Tag , , | 16 Komentar

Your Job is not your Career

Judul di atas mungkin sudah tidak asing lagi bagi pembaca semua. Ya, sebuah buku dari seorang #RockStar Rene Suhardono. Melalui buku tersebut, seorang Rene mencoba menegaskan kembali bahwa pekerjaan dan karir merupakan hal yang berbeda.

Pekerjaan adalah milik perusahaan, alat dari perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi. Bekerja merupakan cara manusia untuk melaksanakan firman Tuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam bekerja kalau yang dicari hanya uang, kekayaan, kekuasaan maka akhirnya yang diperoleh hanya kesia-siaan. 

Karier, adalah milik pribadi manusia sebagai individu. Bagaimana kita bekerja, mengenal kemampuan diri sendiri, mengetahui hal-hal yang sangat diminati, motivasi untuk memperbaiki dan mencapai kepuasan dalam hidup adalah karier kita. 

Dipublikasi di Angkutan Publik | Tag , | Meninggalkan komentar

Mie Instant vs Mie Lainnya, Mana yang Lebih Sehat?

Mie merupakan bahan pangan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Makanan jenis ini bisa dikategorikan juga sebagai makanan pokok pengganti nasi. Kita dapat dengan mudah menemukan warung makan penjual mie di setiap kota, mulai dari mie ayam, mie jawa, mie pangsit, mie yamin, mie aceh dan bahkan ada warung khusus penjual mie instant. Sebenarnya mie jenis apa yang layak dikonsumsi, berikut kutipan artikel yang ditulis oleh Dr. Widodo Judarwanto Sp.A.

Salah Kaprah: Mi Instan Ditakuti, Mi Lain Digemari

sumber

sumber

Belum lama ini pihak kepolisian berhasil menggerebek pabrik mi yang  kedapatan menggunakan bahan pengawet formalin dan perwarna berbahaya dalam kandungan mi produksinya. Bukan sekali ini saja, sebenarnya banyak industri rumahan lainnya menggunakan bahan pengawet berbahaya dalam membuat mie. Jumlahnya yang banyak menyebabkan pengawasan dari BPOM tidak dapat maksimal. Namun demikian hal ini tidak menyebabkan masyarakat tidak lagi mengkonsumsi mie. Faktanya, masyarakat justru tak pernah kawatir dengan bahaya yang mengancam ini. Tetapi uniknya, justru masyarakat sangat fobi dengan bahaya mi instan buatan pabrik ternama yang sudah dijamin keamanannya oleh BPOM. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sisi Lain | Tag | 5 Komentar

Mr. Mohatsing di RadioShow TVOne

Setelah lama tidak muncul di layar kaca, Mr. Mohatsing tampil di acara bertajuk “Radio Show” di TVOne 11 Mei 2012 yang lalu. Mereka membawakan beberapa lagu  seperti: Black Coffee, Mr.Nice Guy, Mayday, Belle Memble. Selain itu mereka juga membawakan beberapa lagu Nugie, antara lain:  Tertipu dan Burung Gereja.

Berikut cuplikan persiapan Mr. Mohatsing sebelum tampil secara live di Plaza Festival.

Courtesy of: Sicemutz

 

Terlalu banyak gawe yang mesti selesai

Sementara waktu kurang gak bisa santai

Buru-buru aku cek-ricek peralatan perang

 

Bertumpuk homework juga masalah si pacar

Menunggu sentuhan yang gak bisa dikasar

Buru-buru aku cek-ricek persediaan

reff:

my black coffee, cukup temaniku

my black coffee, menjaga mataku

Dipublikasi di Musik | Tag , | Meninggalkan komentar

Kebijakan Setengah Hati Pengelola Kereta Api di Indonesia (2)

Dua bulan setelah tulisan saya sebelumnya, ternyata belum ada perubahan yang berarti dalam pengelolaan kereta api jabodetabek. “Atapers” setiap hari masih saja menduduki atap kereta, khususnya kereta dari arah Depok/Bogor. Berikut beberapa foto yang dapat menggambarkan betapa angkutan kereta sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Pengelola KRL berwacana menambah jumlah kereta dalam setiap rangkaian menjadi 10 kereta. Mungkinkah kebijakan ini menjadi solusi terbaik dalam jangka pendek?

Dipublikasi di Angkutan Publik, Kisah Perjalanan | Meninggalkan komentar

Mengejar Mimpi

Arnold Palmer:
“JIKA ANDA PIKIR ANDA DIKALAHKAN, ANDA KALAH
JIKA ANDA PIKIR ANDA TIDAK BERANI, ANDA TIDAK BERANI,
JIKA ANDA INGIN MENANG TAPI BERPIKIR ANDA TIDAK BISA, HAMPIR DIPASTIKAN ANDA TIDAK AKAN MENANG.

Perjuangan hidup tidak selalu terjadi pada orang yang lebih kuat atau lebih cepat. Tapi Cepat atau lambat orang yang menang adalah orang yanb berpikir di BISA.”

Dipublikasi di Sisi Lain | Meninggalkan komentar

Kebijakan Setengah Hati Pengelola Kereta Api di Indonesia

Tahun 2012 ini, pengelola angkutan publik kereta api Indonesia membuat berbagai kebijakan yang cukup signifikan. Kebijakan tersebut antara lain: perubahan rute perjalanan KRL Jabodetabek, pelarangan bagi “atapers”, penghapusan tiket tanpa tempat duduk kereta api jarak jauh kelas bisnis dan ekonomi, larangan merokok di semua ruangan kereta sepanjang perjalanan, penghapusan tiket peron, dll. Banyak sekali rencana perubahan yang dilakukan oleh pengelola kereta api kita. Namun apakah sudah dilakukan evaluasi atas kebijakan tersebut?

Beberapa minggu terakhir ini saya kembali sering menggunakan moda KRL dari Bekasi menuju Jakarta pp. Perubahan rute perjalanan KRL sedikit menyulitkan penumpang yang hendak menuju ke Stasiun Pasar Senen, khususnya pada jam-jam sibuk (pagi dan malam hari). Penumpang harus transit di Stasiun Jatinegara, berlari menuju peron jalur 5 dan menunggu kereta tujuan Jatinegara-Depok. Kalau sedang beruntung penumpang Commuter Line (CL) dari Bekasi bisa langsung berganti CL Depok, kalau tidak ada terpaksa berganti kereta ekonomi untuk melanjutkan perjalanan ke Pasar Senen.

Senin 13 Februari 2012 pukul 19.00, saya mengamati bahwa penumpang CL Bekasi yang hendak menuju Pasar Senen harus menunggu cukup lama di peron jalur 5. Waktu tempuh pun menjadi lebih lama. Pola perjalanan KRL yang baru ini memang menambah jadwal perjalanan kereta, seperti pada jalur-jalur tertentu (Bekasi-Gambir-Jakarta Kota). Di jalur lain, seperti Jatinegara-Depok/Bogor sering terjadi penumpukan penumpang karena jumlah armada yang siap beroperasi masih sedikit.

Kebijakan yang selanjutnya mengenai larangan bagi “atapers”. Permasalahan atapers bukanlah hal baru bagi perkeretaapian Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pengelola untuk mencegah penumpang naik di atap kereta, mulai dari: pembuatan tralis besi di stasiun-stasiun pemberangkatan, pemasangan papan koboi, penyemprot cat warna dan yang terakhir pemasangan bola beton/bandul besi. Di stasiun-stasiun mulai dipasang informasi yang kurang lebih isinya seperti ini: “Mulai 1 Januari 2012 tidak akan ada penumpang naik ke atap kereta”. Namun kenyataannya, Senin 13 Februari 2012 yang lalu saya masih melihat penumpang naik ke atap kereta di kereta PATAS Purwakarta. Bagaimana ketegasan pihak pengelola terhadap peraturan yang dibuatnya?

Bersambung….

Dipublikasi di Angkutan Publik | Tag , , , , | Meninggalkan komentar